Tuesday, March 9, 2010

Just a New World for Me

When I open my eyes and look around my world
"Hey, this isn't what I'd seen before."
"Morning son, this is the time when you'll start your journey," said my mom.
Then my fear keeps rising.

I know what I must do
and what will happend to me
"Oh mom, please, not now.
I do not ready yet."

The water come over to me
and pull me to the sea

"Just a new world for me, new world for me,"
that's what mom always said
"Just a new world for me, new world for me,"
I must stand to reach

Waves hit me and push me
I close my eyes and wait
because I just can do nothing
but pray and wait

"Just a new world for me, new world for me,"
that's what mom always said
"Just a new world for me, new world for me,"
I must stand to reach

After a long-long journey I feel
and a long-long time I sleep
I open my eyes and look around
"What a beautiful view it is!"

Finally a finish line of my journey
and my mom will be so happy to know
this is perfect place to live
for a tall strong coconut tree

Cerita Seekor Lebah

Ada seekor lebah jantan yang sedang terbang ke sana kemari di padang bunga mencari madu. Ia bertemu dengan setangkai bunga yang begitu cantik. Si lebah pun menghampiri sang bunga. "Hai, bunga. Apa kabar?" Tanya si lebah. Bunga tidak menjawab. Si lebah tidak putus asa. Ia terbang mengitari sang bunga untuk menarik perhatian. Sang bunga mengibaskan mahkotanya ke arah si lebah tanda ia menanggapi si lebah. Si lebah yang merasa sang bunga mulai tertarik bertanya lagi, "Hai bunga, apa kabar?" Namun, bunga tidak juga menjawab karena bunga tidak bisa berbicara. Akhirnya si lebah kecewa dan pulang.

Keesokkan harinya, si lebah kembali ke padang bunga untuk mencari madu. Ia melihat sesosok mahluk yang begitu menarik. Ia terbang menghampiri dan menyapa, "Hai, apa kabar? Siapakah kamu?" "Hai, kabarku baik, bagaimana denganmu? Aku kupu-kupu," jawab mahluk itu. Mereka pun mengobrol. Namun setiap kali mereka berpindah bunga untuk menghisap madu, kupu-kupu dengan cepat berpindah lagi ke bunga yang lain. Lebah yang belum selesai menghisap madunya menjadi sulit untuk mengikuti dan mengimbangi kupu-kupu. Kupu-kupu hanya menghisap madu di permukaan bunga, sedangkan lebah menghisap sampai ke dalamnya. Lebah yang lelah terbang akhirnya berpamitan dengan kupu-kupu dan pulang.

Keesokkan harinya, si lebah kemabil ke padang bunga untuk mencari madu. Kali ini ia melihat sesosok mahluk yang manis sedang menghisap madu di bunga. Ia mendekati untuk menyapa. Tiba-tiba muncul rasa canggung yang tidak biasa pada diri lebah. Ia ragu untuk mengajak bicara. Ia mengumpulkan keberanian dan mencoba menyapa, "Hai, apa kabar?" Mahluk manis itu berhenti menghisap madu dan menoleh, "Haii.. Aku baik, kamu bagaimana? Kamu lebah dari daerah mana? Aku baru pertama kali melihat kamu." Ternyata mahluk manis itu adalah seekor lebah betina. Mereka akhirnya menghabiskan hari itu dengan mengobrol di sela-sela waktu menghisap madu. Tiba saatnya malam datang, mereka saling berpamitan dan berjanji untuk bertemu esok hari.

Mereka pun bertemu dan mengobrol apa saja setiap hari. Si lebah jantan pun merasa nyaman berada di dekat lebah betina, begitu pula sebaliknya. Si lebah jantan ingin memiliki janji yang lebih dalam dengan lebah betina. Suatu hari, lebah jantan bersembunyi pagi-pagi benar di balik bunga kesukaan lebah betina. Saat lebah betina datang, lebah jantan mengejutkan lebah betina dan memberikan seuntai kalung bunga yang dia buat sendiri, sambil berkata, "Aku senang sekali berada di dekatmu. Aku ingin menjadi partnermu dan menjadi lebah yang istimewa untukmu." Lebah betina sangat gembira. Ia juga ingin terus bersama si lebah jantan.

Lanjutan cerita dari Eva :)
Bunga yang melihat hal itu menjadi kesal. Ia merasa cemburu. Ia ditinggalkan karena tidak bisa berbicara. Ia pun ingin membalas dendam. Ia berpikir ia harus membuat si lebah betina tidak bisa berbicara sehingga lebah jantan pun tidak suka lagi dengan dia. Saat itu ada seekor tawon datang. Bunga mengibaskan mahkotanya dan menggoyangkan tangkainya untuk menarik perhatian si tawon. Tawon pun tertarik dan datang ke bunga. Bunga sangat senang dan ingin menyampaikan maksud jahatnya. Namun ia lupa, ia tidak bisa berbicara. Akhirnya tawon menhisapi madu bunga dan merusak si bunga. Bunga akhirnya layu dan mati. :p

Kemudian lebah jantan dan lebah betina melangsungkan pernikahan. Suatu hari ada pemilihan ratu lebah yang baru. Setiap lebah betina boleh ikut. Syaratnya satu, mereka harus menghasilkan telur-telur untuk menelurkan keturunan selanjutnya. Untuk menghasilkan telur, lebah betina harus dibuahi oleh lebah jantan dan lebah jantan akan mati setelah itu. Si lebah betina bingung, tetapi si lebah jantan ingin lebah betinanya yang menjadi ratu berikutnya. Diam-diam si lebah jantan membuahi lebah betina dan mati. Lebah betina sangat sedih, tetapi ia harus mewujudkan keinginan terakhir si lebah jantan. Ia akhirnya menjadi ratu lebah dan memimpin kerajaan lebah dengan bijaksana.

Fine ^.^

Ralat dari Eva :)
Lebah pertama dan lebah kedua pun akhirnya bersama-sama mengumpulkan sari-sari madu, dari satu bunga ke bunga yang lain. Banyak rintangan yang harus dilewati, tetapi mereka bekerja sama untuk menghasilkan madu yang manis.

Second Fine ^.^

Monday, March 8, 2010

Renungan 3 : Menunda kemarahan

http://www.youtube.com/watch?v=muTlvwvsO4o


Kedua video yang diupload di youtube ini adalah bahan untuk renungan 3. Video pertama menceritakan eskalator yang berjalan sangat lambat di Binus gedung anggrek. Video yang kedua menceritakan pengajaran seorang dosen yang menurut si mahasiswa sebagai "kemarahan" si dosen.

Di zaman informasi ini, berbagi video adalah hal yang tidak asing lagi. Kita dapat dengan mudah mengupload video yang menurut kita lucu atau menarik. Namun bentuk "keisengan" atau protes atas kekecewaan yang didapat ini bukanlah sesuatu yang baik. Video ini akan dapat dilihat oleh semua orang di seluruh dunia dan image Universitas Binus akan sedikit tergores.

Mungkin bukan seperti yang mereka gambarkan kejadian tersebut. Eskalator yang berjalan lambat bisa saja karena waktu sensor membaca gerakan dan waktu eskalator berjalan dengan penambahan kecepatan sudah habis, atau eskalator sedang mengalami perbaikan. Video dosen yang terkesan "marah" itu pun bukan suatu kemarahan. Saya mengenal baik beliau di gereja saya. Memang cara mengajarnya seperti itu dan tidak terkesan seperti "marah" atau "ngamuk". Terkadang orang-orang mempunyai imajinasi negatif.

Terlepas dari kejadian itu, tindakan protes dengan cara "memamerkan" ke dunia maya adalah tindakan yang tidak baik. Apalagi dengan menambahkan kata-kata yang negatif sesuai imajinasi negatif kita. Banyak contoh yang terjadi seperti kasus Prita dan Omni, dan kasus Luna Maya. Apakah kalian mau nama kalian disebut sebagai orang yang tidak baik dan diketahui dunia? Mungkin itu benar, mungkin juga tidak, tetapi yang pasti nama baik adalah hal yang mau kita bangun, bukan hal yang mau kita bunag dan menjadikan kita dicap memiliki "nama buruk". Ada etika dalam memberitahu kekecewaan kita kepada orang lain.


Berikut ini cerita tentang memancing kepiting

Bagaimana cara memancing Kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat
sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu
akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan
dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang
kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION

www.cerita-kristen.com


Dari cerita ini, kita diajar untuk tidak cepat marah. Marah bukanlah sesuatu yang berguna. Kita perlu tegas, tetapi kita harus membuang jauh-jauh marah. Memberi pengertian akan jauh lebih berguna dari pada memberi emosi. Simpan "marah" kita di dalam sebuah kotak yang terkunci rapat. Mari kita coba tersenyum dalam segala hal. Saat kita tersenyum, kita mendapatkan semangat dan kekuatan lebih dalam menghadapi persoalan.

^.^

Sunday, March 7, 2010

Resep Kue Cinta

Resep kue cinta nih:
BAHAN:
1 pria sehat,
1 wanita sehat,
100% Komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.


BUMBU:
1 balok besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sendok teh telpon-telponan,
Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang.

Tips:
Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan
seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya
terlalu muda karena
dapat mempengaruhi
kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama
TEMPAT IBADAH, walaupun
agak jual
mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK
atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus
dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen
atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa
merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap "IMAN, HARAP &
KASIH" yang telah mendapatkan
penghargaan ISO
dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak:
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua
masa lalunya sehingga
tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan
komitmen dan restu orang tua
secara merata.
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan
panggang dengan api
cinta, merata sekitar 30
menit di depan penghulu atau pendeta
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan
semua bumbu di atas.
- Kue siap dinikmati.

Catatan:
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur
hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan
kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin,
tambahkan lagi humor
segar secukupnya, rekreasi
sesuai selera, serta beberapa potong doa
kemudian dihangatkan lagi di
oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta.
Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-
teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq !
Selamat menikmati dari 'love' bakery'

cerita-kristen.com

Wednesday, March 3, 2010

Renungan 2 : "We must be the change we want to see in the world"

Sebuah quote dari Mahatma Gandhi, seseorang yang memperjuangkan kemerdekaan India dari Inggris. "Kita harus menjadi perubahan yang ingin kita lihat di dunia". Kata-kata yang begitu sulit untuk dibayangkan dan dilakukan, tetapi Mahatma Gandhi telah mencontohkannya dalam hidupnya.

Ia adalah pengacara keturunan India yang merantau ke Afrika Selatan. Di sana ia mendapatkan perlakuan yang buruk, harkat dan martabatnya diinjak-injak. Dianggap sebagai buruh dan dibuang dari kereta pernah dialaminya. Bukannya memberontak, Ia malah "membalas" perlakuan buruk mereka dengan kebaikan dan perjuangan. Ia mengumpulkan para pendatang dari India, dari berbagai kelas sosial dan agama untuk menolong korban perang di Afrika Selatan. Pada puncaknya ia berhasil membawa India meraih kemerdekaan dari Inggris. Hal ini juga dilakukannya dengan cara menghormati hak-hak orang lain.


Perbuatan baik selalu berhasil meruntuhkan kebencian dan perlakuan buruk.


Saat kita ingin suatu perubahan terjadi pada diri kita dan hidup kita, bahkan dunia, perjuangkanlah perubahan itu dan jangan hanya menunggu.
^.^

Tuesday, March 2, 2010

Selamat tidur

Pandangi bintang malam ini
Sepasti hari terlewati
Renungkan semua
Canda dan duka
Mengisi hidupmu di hari ini

Selamat malam kasih
Peluk diriku dan tersenyumlah
Saat kau pejamkan mata

Renungan 1 : Perangkap Tikus

Seekor tikus yang sedang mengendap-endap di rumah petani tersentak kaget melihat sebuah bungkusan berisi perangkap tikus "menganga" di depannya. Langsung ia berlari keluar dan memberitakan kabar itu kepada semua binatang peternakan yang ia temui.

"Pak Ayam, Pak Ayam, saya melihat perangkap tikus di dalam rumah petani, mengerikan sekali!" teriak tikus. "Ya itu memang mengerikan untukmu tikus, tapi buatku kan tidak," jawab Pak Ayam acuh.

Kemudian tikus bertemu Pak Kambing. "Pak Kambing, Pak Kambing, saya melihat perangkap tikus di dalam rumah petani, mengerikan sekali!" teriak tikus. "Wah itu masalah berat untukmu, tetapi aku hanya bisa berdoa untukmu," sahut Pak Kambing.

Tikus berlari lagi dan bertemu Pak Sapi. "Pak Sapi, Pak Sapi, saya melihat perangkap tikus di dalam rumah petani, mengerikan sekali!" teriak tikus sekali lagi. Namun Pak Sapi tertawa dan berkata, "Perangkap tikus? Jadi saya dalam bahaya besar ya? Hahahahaa.."

Tikus pun sedih dan harus menghadapi perangkap itu sendiri.

Pada malam itu, ada seekor ular yang masuk ke rumah petani. Ular ini kemudian terjepit perangkap tikus sehingga tidak bisa ke mana-mana. Istri petani langsung turun untuk melihat tikus tangkapannya begitu ia mendengar bunyi perangkap. Ia tidak tahu ternyata ular yang terperangkap dalam kegelapan itu. Ular pun mematok sang istri. Istri petani pun menggigil dan demam.

Obat pertama yang diberi untuk penderita demam adalah sup ayam yang hangat. Segera petani memotong ayamnya untuk dijadikan sup.

Namun sang istri tidak juga sembuh. Banyak orang berdatangan membesuk. Petani pun harus menyediakan makanan. Kemudian ia memotong kambingnya untuk dijadikan gulai.

Selang beberapa saat, sang istri akhirnya tidak tertolong dan meninggal. Banyak orang datang ke pemakamannya dan petani juga harus menyediakan makanan untuk mereka. Ia pun mengambil sapinya dan memotongnya.

Akhirnya semua binatang merasakan betapa mengerikannya perangkap tikus itu.


Cerita ini menggambarkan binatang-binatang yang acuh dengan masalah binatang lainnya. Mereka menganggap perangkap tikus adalah sesuatu yang kecil untuk mereka. Saat orang meremehkan dan tidak membantu masalah kecil orang lain dan lingkungannya, maka suatu saat masalah itu akan menjadi besar dan berdampak pada orang itu sendiri.


Namun saat kita lihat seekor tikus yang berperan utama, kita juga dapat berpikir mengapa tikus tidak dipercaya? Jika ada perangkap tikus untuknya, pastilah dia sudah menyusahkan petani dan istrinya. Mungkin mencuri makanan. Mungkin binatang-binatang itu juga kesal pada si tikus sehingga tidak ada seekor pun yang menanggapinya. Janganlah juga kita seperti si tikus yang suka merepotkan orang, haruslah kita berusaha dan jangan mencuri. Jika kita berbuat baik kepada orang lain, mungkinkah orang lain akan membalasnya dengan kejahatan?

^.^