Tuesday, June 1, 2010

Pertemuan 12 : Brick Walls




Brick walls are there for a reason :
they let us prove how badly we want things






Quote ini saya dapatkan di dalam flim "The Last Lecture" oleh Randy Pausch. Seorang professor di Carnegie Mellon University yang mengidap kanker pankreas. Waktu hidupnya tidak lama lagi. Dan ini adalah pelajaran terakhir yang beliau berikan.

Kita semua tentu mempunyai mimpi. (bila tidak, lihatlah bintang di langit dan gantungkanlah sebuah mimpi di sana). Dan pencapaian mimpi kita tersebut tentu tidaklah mudah. Banyak hambatan dan rintangan di depan kita. Mereka seperti tembok yang menghalangi jalan kita. Dan akhirnya seringkali kita duduk menatap tembok tersebut, berkata, "Ada tembok yang menghadang, tidak bisa kulewati. Sebaiknya aku melupakan mimpi ini."

Tembok itu ada di sana untuk sebuah alasan :
dia menguji seberapa sungguhnya kita menginginkan hal itu, mimpi kita.

Jadi tembok itu bukanlah alasan untuk menyerah, tetapi alasan untuk bangkit kembali dan menghadapinya, menghancurkannya dan melewatinya, dan menggapai mimpi kita.
Bukankah pencapaian mimpi itu akan lebih manis ketika kita mencapainya dengan sekuat tenaga?

Pernahkah anda melihat tokoh Disney "Tiger"?
Ia adalah macan yang terus berjuang melewati tantangan yang ada di depannya.
Saat ia gagal, ia coba lagi.
Mungkin bertanya kepada teman, kepada yang lebih berpengalaman.
Dan tidak lupa berterima kasih.
Minta maaf saat membuat orang lain terganggu.
Dan ternyata ia selalu membantu teman-temannya, pekerjaannya adalah membantu temannya yang kesusahan dan ia berjuang keras untuk itu dengan segala rintangannya.

And don't forget to pray
^.^

Monday, May 31, 2010

Pertemuan 12 : Evaluasi SMART Goal

Masih ingat kan SMART Goal saya yang harus dicapai dalam waktu 2 minggu?
Yap, memainkan lagu Fur Elise dengan gitar!

Saya sudah meluangkan waktu untuk latihan setiap harinya, kira-kira setengah jam..
Ternyata susahh.. dan saya hanya bisa memainkan sepotong lagu awal dari Fur Elise..

coba didownload n didengarkan ^.^

tapi dari sini saya dapat belajar untuk memiliki goal, dan goal itu akan membuat kita termotivasi

sekian, terima kasih untuk perhatiannya
Gbu n ur goal ^.^

Monday, May 24, 2010

Pertemuan 11 : Kerjakan Saja

Kita sudah pasti kenal dengan logo ini kan? ^.^


Yup, ini adalah logo Nike yang berslogan "Just do it" yang artinya "Kerjakan saja".
Pernahkah kita mengalami saat takut mengerjakan sesuatu?
takut hasilnya tidak baik
takut terlalu sulit dan tidak bisa dikerjakan
takut memakan waktu yang lama
takut tidak ada untungnya untuk kita, bahkan menderita kerugian

Bila ketakutan itu melanda kita, apa yang kita lakukan?
tidak berbuat apa-apa dan hanya berdiam memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi?

Pada saat kita masih kecil, kita belajar untuk berenang. Mungkin ada dari kita yang dipaksa oleh orang tua untuk ikut les.
Namun, pada intinya kita memberanikan diri untuk masuk ke dalam air,
untuk masuk ke dalam sesuatu yang berbeda dan tidak pasti,
basah dan dingin,
dan pastinya tersirat dalam benak kita,
"Bagaimana ya nanti kalau tenggelam?"
Namun, saat kita berani untuk terus melangkah dan maju,
kita mendapatkan pengalaman itu,
kita mendapatkan perjuangan itu,
kita mendapatkan adaptasi dan pelatihan,
dan kita bisa berenang!
Sampai akhirnya kita mulai "ketagihan" untuk berenang sampai sekarang. ^.^

Saat kita takut untuk mengerjakan sesuatu, tengoklah pengalaman berenang itu,
walaupun tidak mudah, tetapi ada hasil yang kita dapat di sana.
Jadii..., "Kerjakan saja!"
^.^

Tuesday, May 18, 2010

Pertemuan 10 : You are the Main Character in Your Story Life

Pernahkah kalian menonton film "Bedtime Stories" ?
atau..
Pernahkah kalian membaca atau membacakan cerita sebelum tidur?
atau..
Pernahkah kalian mendengarkan cerita sebelum tidur?

Ceritanya bisa berisi tentang pangeran yang mencari putri, pendekar atau prajurit terhebat sebagai tokoh utamanya. Cerita sebelum tidur selalu memiliki cerita yang menarik dan akhir yang bahagia ( atau happy ending ^.^ ). Hal ini dimaksudkan agar kita dapat bermimpi indah saat tidur. Ceritanya memang fiktif. Namun, cerita sebelum tidur tetap menjadi imajinasi dan motivasi bagi anak-anak lo. ^.^

Di film ini diceritakan seorang pegawai hotel yang menceritakan cerita sebelum tidur kepada dua anak dari kakak perempuannya. Dahulu pegawai hotel ini dijanjikan oleh pemilik hotel untuk menjadi pemimpin hotel saat losmen ayahnya dibeli untuk dijadikan hotel. Namun, sampai saat itu, dia tidak juga mendapatkan pekerjaan itu. Pada suatu saat, si pegawai hotel ini diminta tolong menjaga kedua anak kakaknya. Untuk membuat kedua anak itu tidur, si pegawai mulai bercerita. Setiap kali ia bercerita, anak-anak itu menambahkan ceritanya dengan versi mereka, dan apa yang ditambahkan kedua anak itu seperti terjadi di dunia nyata, sehingga pegawai ini begitu percaya. Sampai akhirnya sampai kepada cerita si pegawai diterima sebagai pemimpin hotel, tetapi kemudian dipecat dan ia benar-benar dipecat. Ternyata hotel itu mau memperluas daerahnya dan menggusur sekolah tempat kedua anak kakaknya bersekolah. Ia tidak berdaya apa-apa sekarang. Namun, ia sadar bahwa setiap orang di dunia adalah tokoh utama dalam ceritanya sendiri, dan ia bebas untuk mengarang cerita bagi dirinya. Dan kemudian ia menyelamatkan sekolah itu, serta menjadi pemimpin sekaligus pemilik losmen yang indah.
Kalau penasaran sama cerita selengkapnya nonton sendiri yaa.. ^.^


Yang bisa diambil dari film ini adalah :
"Jangan bergantung pada sesuatu yang tidak pasti dan pesimis terhadap hidup kita, tetapi jadilah karakter utama yang bisa kita wujudkan dalam hidupmu."
Tentunya bersama dengan Tuhan ^.^
Biarlah imajinasimu menjadi motivasi bukan menjadi kepasrahan tanpa berusaha.
Dan jangan lupa, seperti biasa watak seorang karakter utama di cerita-cerita sebelum tidur => The Good Guy
^.^


Semanggaaattt..!! Gbu ^.^

Pertemuan 10 : SMART Goal

Hidup kita harus memiliki tujuan ^.^
Mari kita belajar membuat tujuan atau goal yang SMART

S = Specific => harus jelas
M = Measurable => dapat diukur, ada keadaan awal dan keadaan akhir
A = Attainable => mungkinkah dicapai?
R = Reachable => ada sumber daya dan kondisi yang mendukung
T = Timely bound => ada deadline

dan goal saya untuk 2 minggu ke depan adalah :
dapat memainkan lagu "Fur Elise" dengan gitar
keadaan awal => belum bisa sama sekali
sumber daya => ada partiturnya dan ada gitarnya di rumah


komentar teman saya :
"Saya rasa ini bukanlah suatu hal yang mustahil. Dengan berlatih giat setiap harinya dan penuh perjuangan, semoga niatmu tecapai. Gbu."

komentar teman saya yang lainnya :
"Memainkan lagu "Fur Elise" dengan gitar mungkin adalah hal yang susah dicapai dengan waktu relatif sedikit ( 2 minggu ), tapi kalau melihat cara bermain gitarmu, mungkin hal itu bisa dicapai. Latihan aja tiap hari paling tidak setengah lagu "Fur Elise" dapat dimainkan dengan sempurna."

Tuesday, April 13, 2010

Pertemuan 8 : Apa yang ingin kau keluhkan tentang dirimu?

Apa yang ingin kau keluhkan tentang dirimu?
gemuk?
cacat?
kurang cantik menurut pandanganmu?
kurang suka dengan rambutmu?
semua hal yang disebabkan karena iri melihat orang lain?

Ada dua buah quote :
Believe that life is worth living and your belief will help create the fact.
Be faithful in small things because it is in them that your strength lies.

Percayalah kehidupan adalah sesuatu yang berharga dan keperayaanmu akan membantumu menciptakan fakta tentang dirimu.
Apabila kau merasa tidak ingin hidup lagi, ingatlah mereka yang menginginkan hidup, tetapi tidak bisa, dan bacalah cerita berjalan bersama keong.
Begitu banyak orang yang akan kehilangan anda.
Saat kau percaya bahwa hidupmu berharga, terimalah dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu, dan lakukan hidup semaksimal mungkin dengan penuh syukur. ^.^

Percayalah kepada hal-hal kecil karena di sanalah kekuatanmu berada.
Tekunlah melakukan hal-hal kecil dan Tuhan akan memberikan hal yang lebih besar lagi kepadamu.
Hal-hal kecil ini telah membuatmu berpengalaman dan memiliki kekuatan, serta keyakinan untuk melakukan hal yang lebih besar.
Dan saat orang lain, bahkan dunia melihat apa yang kau kerjakan dengan segala kekuranganmu, mereka akan berdecak kagum dan termotivasi untuk membuat dunia yang lebih baik. lol

Sebuah ayat Firman Tuhan
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yeremia 29 : 11

Yang terakhir saya ambil dari alkitab, bahwa Tuhan yang menciptakan kita tentu akan memberikan rancangan yang terbaik dalam hidup kita. Saat kita menuruti kehendakNya, di sanalah janjiNya ditepati. Bukan tanpa persoalan. Bukan juga tanpa usaha. Tetaplah setia, dan kita akan sangat bersyukur padaNya pada akhirnya. :)


Terima diri kita apa adanya, setia pada Tuhan, usahakan yang terbaik, dan lihatlah tiada yang mustahil, semua indah pada waktunya.

Semangaaaaattttttttt....!!! ^.^

Monday, April 12, 2010

Pertemuan 7 : Kesuksesan adalah Sebuah Produk dari Kesempatan, Kerja Keras, dan Warisan


Outliers :
Pencilan,
Nilai yang berbeda dari contoh lainnya,
Hal di luar kebiasaan yang umum.

Pandangan umum selalu beranggapan bahwa kesuksesan identik dengan kecerdasan dan bakat, setiap orang yang cerdas dan memiliki IQ tinggi pastinya akan sukses. Begitu juga dengan seseorang yang lahir dengan bakat alami. Bagaimana dengan orang yang tidak demikian?

Di dalam buku berjudul "Outliers" karangan Malcolm Gladwell, diulas mengenai fakta yang terjadi pada orang-orang sukses yang kita kenal sampai sekarang ini.

Satu hal kunci yang saya dapatkan, seperti yang juga dikatakan Agnes Monica dalam acara Indonesian Idol, "Kalau kamu berkerja keras, pasti bisa", adalah KERJA KERAS.
Pengarang mengemukakan kaidah 10,000 jam, yang artinya sukses didapatkan setelah kita memiliki pengalaman sebanyak 10,000 jam latihan.
Dan pengalaman 10,000 jam ini didapatkan dari kesempatan dan warisan.

Fakta-fakta yang didapat berikut ini :

1. Para olahragawan yang sukses kebanyakan lahir saat tanggal penerimaan dibuka.
Misalnya para pemain hoki di Kanada, penerimaan dimulai pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya. Mereka yang lahir pada awal tahun memiliki waktu untuk latihan yang lebih banyak dari pada mereka yang lahir pada akhir tahun. Ukuran badan mereka juga lebih besar. Hal ini mengakibatkan terpilihnya mereka masuk ke seleksi tim utama untuk pertandingan yang lebih banyak dan pelatihan ke arah profesional. Sebuah kesempatan yang didapat karena waktu kelahiran yang tepat.

2. Beatles yang bermain untuk klub-klub di Hamburg.
Grup band asal Inggris yang namanya dikenal di seluruh dunia ini, mendapatkan kesempatan saat ada yang ingin merekrut band-band untuk bermain di klub-klub di Hamburg selama 8 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu non-stop. Latihan di klub-klub di Hamburg inilah yang membuat percaya diri dan keahlian mereka meningkat. Dan hasilnya adalah kesuksesan.

3. Bill Gates, pendiri Microsoft, dan Bill Joy, pembuat bahasa Java, lahir di waktu yang tepat.
Tahun saat mereka menjadi remaja dan masuk universitas adalah tahun revolusi komputer, dengan penemuan rakitan komputer yang lebih kecil dan dapat melakukan pemrograman di komputer, tidak lagi menggunakan kartu program, serta tersedianya sebuah komputer di dekat mereka yang bisa mereka akses berjam-jam lamanya. Kesempatan mengenal komputer dan pemrograman, serta kesempatan menggunakan komputer selama berjam-jam membuat mereka jatuh cinta kepada komputer dan terus berlatih.

4. Joe Flom, seorang pengacara terkenal, adalah seorang keturunan Yahudi di waktu yang tepat.
Joe Flom lahir di saat terjadi krisis ekonomi dan orang-orang mulai mengurangi keturunan karena faktor ekonomi. Joe Flom menjadi leluasa untuk belajar di sekolah dan universitas yang dia dapat pilih karena kurangnya siswa dan mahasiswa. Joe Flom yang keturunan Yahudi, yang pada saat itu dibenci karena dikejar-kejar oleh Nazii, tidak mendapatkan pekerjaan di firma pengacara ternama. Ia pun bekerja di firma pengacara kelas dua. Firma kelas satu selalu memilih-milih masalah yang akan dibelanya, dan masalah yang ditolak, seperti pengambilalihan perusahaan secara paksa, diserahkan ke firma kelas dua. Masalah ini yang menjadi kesempatan bagi Joe Flom untuk mendapatkan latihan menangani masalah tersebut. Kemudian terjadilah banyak kasus pengambilalihan perusahaan secara paksa, suatu keberuntungan bagi Joe Flom, dan pengalaman Joe Flom lah yang dicari oleh klien.

5. Si Genius tanpa latar belakang keluarga yang mendukung adalah nol.
Penelitian yang dilakukan terhadap para genius menghasilkan latar belakang dan budaya hidup keluarganya yang membawa dia ke kesuksesan. Ada seorang genius dengan IQ 195 dan menguasai teori matematika yang paling susah pada umur 16 tahun, tetapi dia hidup sangat sederhana dan gagal dalam kuliah. Ia hidup dengan keluarga miskin yang bersikap "masa bodoh" semasa kecilnya. Namun orang lain dengan IQ di atas rata-rata, jauh di bawah orang pertama, yang hidup dengan keluarga menengah ke atas dan orang tua yang mendukung serta perhatian, dapat meraih pekerjaan yang sangat baik. Ia memiliki kesempatan untuk berlatih tidak "masa bodoh", bersosialisasi, dan berkreativitas. Dalam batas IQ 120 ke atas, yang dibutuhkan untuk sukses adalah kreativitas, dan IQ tidak terlalu berpengaruh.

6. Perubahan budaya pilot Korea Selatan yang mencapai penghargaan keselamatan penerbangan.
Penerbangan Korea Selatan pernah mengalami saat terburuknya, yaitu banyaknya kecelakaan yang terjadi. Dan ternyata budaya sopan santun sang kopilot lah yang menjadi penyebabnya. Sopan santun membuat sang kopilot, pilot yang lebih muda dan lebih sedikit pengalaman dari sang pilot, menggunakan bahasa yang paling halus saat mengkomunikasikan pendapatnya, bahasa yang sering kali dianggap tidak penting saat seseorang memiliki banyak pikiran. Celakanya bahasa ini digunakan juga saat pesawat menuju kepada kecelakaan dan bencana, yang seharusnya bisa dihindari apabila sang kopilot menggunakan sedikit perintah untuk menegur pilot yang salah keputusan. Penerbangan Korea Selatan kemudian mengalami revolusi dan para pilot mendapatkan kesempatan untuk merubah budayanya saat melakukan penerbangan.

7. Budaya Bangsa Asia yang tekun bekerja dalam bidang matematika.
Ketekunan Bangsa Asia dalam bertani padi membuat siswa-siswinya juga memiliki budaya tekun dalam mengerjakan soal matematika. Mereka membuat kesempatan untuk bertekun dalam matematika dan melakukan lebih banyak latihan.

8. Liburan yang diisi dengan pengetahuan.
Di Amerika dan Eropa, para pelajar memiliki libur musim panas yang panjang. Bagi siswa yang ekonomi keluarganya menengah ke atas, mereka mengisi liburan mereka dengan mengikuti camp-camp, kursus, atau membaca banyak buku di rumah. Tidak seperti siswa yang ekonominya menengah ke bawah, mereka hanya bermain. Karena itu dibuatlah sekolah yang memiliki lebih sedikit libur, sehingga para pelajar memiliki kesempatan untuk latihan lebih banyak di sekolah. Begitu juga dengan budaya Bangsa Asia, mereka memiliki hari libur yang jauh lebih sedikit dibandingkan bangsa Eropa.

9. Sekelompok pemusik dalam satu kelas sekolah musik.
Mereka memiliki bakat dan kesempatan yang sama untuk berlatih musik di sekolah musik. Namun apa yang membedakan masa depan mereka? Sebagian orang memiliki masa depan sebagai komposer dan pemusik profesional, sedangkan sebagian lagi hanya sebagai guru musik. Dan sekali lagi yang membedakan mereka adalah banyaknya waktu latihan yang mereka lakukan setiap harinya.


Keberuntungan menghasilkan kesempatan dan warisan budaya, menanggapinya dengan latihan dan kerja keras lah yang menghasilkan kesuksesan.


Mari kita terus berjuang dan berlatih keras (10,000 jam ^.^) dalam bidang yang kita minati untuk meraih kesuksesan. Kerja keras tidak mungkin menghasilkan ketidakadaan.